penat...sungguh penat...
bagun pagi je dah ade keje kne wat...
gi sane la gi sini la....
kne wat tu kne wat ni...
hurmm.....
bile la nk kembali normal...
mule2 jumpe timb naib canselor...
pastu ketua jabatan..
pastu dekan...
wahhhh....
cm aku ni org pejabat je...
wei aku ni student jela...
nape kne wat keje2 ni...
huhuhu...
pastu test lak abes sampai kol 11....
balik2 pening..muntah skali...
kesakitan melanda.....
badan xdpt berfungsi dgn normal...
muscle fatique...
penggunaan otak yg berlebihan secara drastik...
sungguh memeritkan...
sampai umah collapse...
Alhamdulillah....
ni sume pengajaran dan pembelajaran...
bkn sume dpt rase cmni...
hehehehe...
hargai hari2 yang mendatang...
lebih positif dr sediakala...
sekian....
Thursday, February 25, 2010
Tuesday, February 23, 2010
Yang Lalu Biarkan Berlalu
Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama ertinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad, dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam, selamatkan diri Anda dari bayangan masa lampau! Adakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, air susu ke payudara ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingat keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakarann emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naïf, ironis, memeritkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang demikian sangat berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali selesai menerangkan keadaan suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikan :” Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya”. Dan konon kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini :”Mengapa engkau tidak menarik gerabak?” “Aku benci khayalan,” jawab keledai.
Adalah bencana besar manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi pondok-pondok yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berfikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikit pun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu, janganlah pernah melawan sunnah kehidupan.
Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam, selamatkan diri Anda dari bayangan masa lampau! Adakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, air susu ke payudara ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingat keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakarann emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naïf, ironis, memeritkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang demikian sangat berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali selesai menerangkan keadaan suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikan :” Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya”. Dan konon kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini :”Mengapa engkau tidak menarik gerabak?” “Aku benci khayalan,” jawab keledai.
Adalah bencana besar manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi pondok-pondok yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berfikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikit pun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu, janganlah pernah melawan sunnah kehidupan.
Monday, February 22, 2010
akulah on-tall

Assalamualaikum....salam permulaan....
"Buah cempedak di luar pagar...
ambil galah tolong jolokan....
saye budak baru belajar...
kalau salah tlg tunjukan"....
yehaaa....
tu pantun yg biase kite bace kan...
hahahaha.....
saje je nk try wat blog ni....
skang kan zaman teknologi...
hahahaa....
ni baru percubaan...
pasni aku try wat ag baek punye...
mintak tunjuk ajar ye...
salam...
jumpe sat ag naa
Subscribe to:
Comments (Atom)
